Keanehan Prinsip Standar Ganda yang Diterapkan Para Pengaku-aku Pengikut Salaf

Februari 3, 2008

Berikut aku sajikan kembali fakta keunikan dari para pengaku-aku pengikut salaf [Salafy ekstrim berkarakter Haddadiyah]. Apa yang kulakukan bukan untuk membuka aib mereka, tetapi sebagai bahan introspeksi yang mungkin bermanfaat buat mereka dan terkhusus buat aku pribadi. Sungguh sebuah keunikan jika kita terlalu sibuk dengan sikap su’udzhan terhadap orang lain, melihat nyamuk begitu jelas terpampang, sementara seekor gajah Thailand yang sedang mengandung lima ekor bayi pada bulan-bulan terakhir kelahirannya berdiri di atas hidungnya tidak terlihat. ???

Baca entri selengkapnya »

Penamaan Dengan As-Salafi Atau Al-Atsari Tidak Ada Asal Usulnya

Januari 10, 2008

Seseorang bertanya, “Wahai Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-Fauzan—semoga Allah senantiasa memberikan taufiknya kepada Anda, kami mendengar sebagian orang mengatakan, ‘Tidak boleh intisab “menyandarkan diri” pada salaf dan Salafiyyah dianggap sebagai salah satu hizb ‘golongan’ yang hidup pada masa tertentu.’ Apa pendapat Anda mengenai pernyataan ini?” Baca entri selengkapnya »

Wajib Mengikuti Salaf; Bukan Membentuk Golongan yang Dinamakan “As-Salafiyyun”

Januari 10, 2008

Oleh: Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang hidup setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku.”

Hadits ini memberi arti bahwa apabila muncul banyak golongan di tengah-tengah umat, maka jangan berafiliasi kepada satu golongan pun. Dulu muncul sekte-sekte, seperti Khawarij, Mu’tazilah, Jahmiyyah, Syi’ah, bahkan Rafidhah. Lalu, akhir-akhir ini muncul Ikhwaniyyun, Salafiyyun, Tablighiyyun, dan kelompok lain yang semisal. Baca entri selengkapnya »

Siapa Salafy Selati

November 24, 2006

seorang salafy adalah orang yang istioqomah dalam manhaj Rasulullah, bersungguh-sungguh dan ikhlash dalam beribadah.
Jadi kalau ada orang atau yayasan atau apapun namanya yang mengaku SALAFY namun berperangai buruk berarti itu bukan salafy. Karena salafy bukan nama kelompok atau hizby, dia adalah manhaj yang telah ditempuh oleh Rasulullah dan generasi terbaik ummat ini.
Saya banyak menemukan salafy sejati yang beraqidah, berakhlaq, beribadah, dan bemuamalah sebagaimana tuntunan Rasulullah. Dan orang seperti ini harus kita cintai dan kita bela. Namun sayangnya ada sekelompok orang yang mengaku Salafy tapi cara mereka beragama SANGAT jauh dari contoh Salafus Shalih. Mereka fanatik dan Taqlid kepada para ustadznya. Mereka selalu mencela, mentahzir dan menghajr orang lain secara yidak syar’i, sementara dilain sisi mereka banyak sekali melakukan kesalahan dalam beragama. Ustadz-ustadz mereka tukang fitnah dan BOHONG bahkan antara sesama mereka sendiri saling BUKA KEDOK. Namun celakanya, karena jiwa HIZBIYAH yang ada pada mereka mereka menutup mata atas KEBOBROKAN astatidz mereka Itu. Dan lucunya lagi, kesalahan yang menggunung itu dilupakan dengan kata-yanga sangat singkat yakni ISHLAH. Coba antum teliti perjalanan dakwah orang-orang ini. Selain selalu bermasalah dengan orang di luar mereka, antum akan temukan di kalangan merekapun kata-kata ISHLAH ini berulang kali terjadi. Wallahu A’alam… Allahu Musta’an
Memang penting penggunaan Istilah SALAFY. Tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita beragama menurut Tuntunan AL-QUR’AN dan Sunnah Rasulullah Sesuai pemahaman generasi As Salaf, Yakni generasi terbaik ummat ini.
Oleh karenanya pengakuan seseorang atau kelompok bahwa mereka SALAFY belum tentu membuat mereka menjadi kelompok yang PALING SELAMAT, jika tidak benar-benar mengikuti pedoman SALAFUS SHALIH.
Inilah yang banyak menjerumuskan manusia, apalagi yang punya jiwa fanatik dan ta’ashub berlebihan terhadap Ustadz atau Syaikh mereka. Akibatnya BENAR atau SALAH tidak perduli, ustadz dan syaikh itu selalu dibela dan didukung mati-matian
=============
“Kemudian jika kalian berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Alqur’an) dan Rasulullah (Assunnah) jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya”(An Nisa:59)
——————-
Salaf sendiri artinya adalah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikut mereka (tabi’in) dengan baik dari penghuni tiga kurun yang dimuliakan dan yang setelah mereka, inilah yang disebut dengan salafiy. Bernisbah kepadanya artinya bernisbah kepada apa yang dipegangi oleh para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan kepada jalan ahlul hadits.
Dan ahlil hadits adalah para pengikut manhaj salafiy yang berjalan di atasnya.
——————-


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.